KATAKAMI REDAKSI

Ikon

JURNALISME YANG LAYAK DIPERCAYA

Ternyata Oknum Pejabat Intelijen Yang Selingkuh Itu Kaya Buaanggetttt ! (Bagian 2)

11-wahyusanti2

Jakarta (KATAKAMI)  Mari kita luangkan waktu sejenak mencermati sebuah kisah asmara yang patut dapat diduga dijalankan oleh pejabat intelijen dan seorang wartawati. Tanpa bermaksud berburuk sangka dan dengan tetap menghormati wilayah pribadi atau PRIVACY orang lain, kami soroti kisah asmara ini dari sudut pandang yang berbeda.

Ada seorang pejabat intelijen yang jatuh hati pada seorang wartawati senior.

Dari pengakuan si wartawati itu sendiri, kami mengetahui bahwa beberapa kali mereka bertemu di sebuah hotel di Kalimantan Timur. Sang Arjuna sudah lebih dulu berangkat, setelah itu atau selang beberapa hari barulah Sang “Dewi Cinta” menyusul ke lokasi pertemuan nun jauh disana.

“Jadi waktu itu, kamar gue sudah disediain sama si Bapak disebelah kamarnya. Tapi pernah pas gue datang, si Bapak sudah nunggu di kamar yang buat gue,” kata si perempuan.

“Terus, lu ciuman atau ngapain didalam berduaan ?” tanya KATAKAMI.

“Iya tuh, si Bapak udah mau main nyosor ke bibir gue aja. Tiba-tiba mukanya udah didekati ke muka gue aja. Gue bilang, Bapak keluar dulu ah … nanti gimana-gimana lagi,” jawab si “Dewi Cinta”.

“Lu dikasih uang ?” tanya KATAKAMI.

“Gak banyak sih, berapa juta aja. Waktu itu si Bapak minta tolong juga sih untuk masukin berita soal minyak. Duh, setengah mati masukinnya ke koran gue. Tapi akhirnya masuk juga sih, nyempil doang. Itu juga udah lumayan,” kata si “Dewi Cinta” menjelaskan hal ihwal pertemuannya dengan sang arjuna di sebuah tempat pertemuan rahasia dengan pejabat intelijen tersebut.

*****

Perkenalan mereka, menurut sang “Dewi Cinta”, sudah terjalin lama sekali yaitu saat Sang Arjuna masih aktif dalam kedinasan di Jajaran Kepolisian.

Yang membuat KATAKAMI curiga agar kedekatan dua insan yang di mabuk asmara ini adalah si perempuan tidak pernah dikenalkan dan memang faktanya tidak kenal samasekali dengan isteri dari si pejabat.

Padahal biasanya, semua narasumber yang dikenalnya di INSTANSI mana saja, rata-rata sang isteri akan dikenal dengan baik oleh wartawati ini agar bisa SKSD alias Sok Kenal Sok Dekat.

Kedekatan sang wartawati yang sudah sangat lama hidup menjanda ini dengan pejabat intelijen tersebut, lama kelamaan menimbulkan kecurigaan lainnya bahwa patut dapat diduga si wartawati ini dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi si pejabat intelijen.

Ini terbongkar pada bulan Desember 2008 lalu.

Patut dapat diduga, si wartawati ini diumpan untuk mendekati pejabat tertentu di lembaga lain agar memudahkan si pejabat intelijen mendapatkan konfirmasi atau bocoran tentang kasus-kasus tertentu. Atau, patut dapat diduga si wartawati ini dipakai untuk menjadi “corong” menyampaikan informasi yang sudah mengalami distorsi.

Patut dapat diduga beberapa kasus besar di bidang penegakan hukum sengaja dibocorkan oleh pejabat intelijen tadi kepada sang pujaan hati agar segera dikembangkan untuk menjadi ”BERITA BESAR”.

Sasarannya adalah agar pemberitaan itu menghantam secara hebat INSTANSI atau FIGUR tertentu di dalam INSTANSI lain.

Dan patut dapat diduga, instansi yang hendak terus menerus dipermalukan dan dijatuhkan oleh oknum pejabat intelijen ini adalah POLRI dan KEJAKSAAN AGUNG.

Patut dapat diduga, ada semacam dendam atau sakit hati karena penanganan kasus pembunuhan seorang aktivis di bidang HAM beberapa tahun lalu terus berlanjut dan sulit dihentikan.

Mengapa ?

Sebab patut dapat diduga, oknum pejabat intelijen yang satu ini memang terlibat yaitu dialah yang mengajukan opsi santet untuk membunuh aktivis HAM tersebut. Namun, pada akhirnya aktivis HAM yang bersahaja itu dibunuh dengan cara diracun.

Sialnya, patut dapat diduga oknum pejabat intelijen ini sengaja mau memanfaatkan situs berita KATAKAMI untuk melakukan pembunuhan karakter atau mengekor pada apapun berita yang ditulis oleh pujaan hatinya.

Kami tak mau dikendalikan oleh pihak luar semacam ini. Apalagi, patut dapat diduga misi yang diembak sangat kotor, liar, berbahaya, tak bermoral dan sangat tidak profesional.

*****

Patut dapat diduga, hal yang paling membakar hati si oknum pejabat intelijen yang sangat akrab dengan dunia ilmu hitam (sehingga bisa-bisanya mengajukan opsi santet untuk membunuh aktivis HAM tahun 2004 lalu itu) adalah soal prestasi gemilang dan kerja keras POLRI dalam penanganan masalah terorisme.

Selalu saja ada cara dan upaya yang bersinambungan dilakukan agar jangan POLRI mendapatkan aplaus atau respek dari semua kalangan atas semua prestasi dan kerja keras di bidang penanganan masalah terorisme.

Pada suatu kesempatan, KATAKAMI sedang makan siang bersama dengan wartawati yang menjadi pujaan hati si oknum pejabat intelijen ini. Tiba-tiba hp si wartawati itu berdering.

“Aku lagi makan Pak, dengan Mega. Di Restoran Garuda. Bapak udah makan belum ? Oh iya … iya … dah Bapak,” kata si wartawati menutup pembicaraan.

“Pak Wahyozz (nama samaran, red) telpon tuh. Kok bisa bersamaan ya, telpon pas gue lagi makan siang dengan elu,” kata si wartawati.

*****

Yang ingin kami sampaikan disini adalah hendaklah aparatur penyelenggara negara haruslah tertib hukum, tertib moral dan tertib segalanya.

Jika memang patut dapat diduga ada oknum pejabat sudah beristeri tetapi melakukan atau menjalin hubungan yang sangat jauh dengan WANITA IDAMAN LAIN alias WIL, pantaskah jika itu didiamkan saja oleh atasannya ?

Jika memang patut dapat diduga ada oknum pejabat yang terlibat dalam sebuah kasus pelanggaran hukum yang besar dan sangat mempermalukan Indonesia di mata dunia internasional, pantaskah jika si oknum pejabat itu dibiarkan terus menjabat ?

Oknum pejabat ini sudah bertahta di singgasana jabatannya dalam dua dekade pemerintahan.

 Kok bisa ya ?

Oknum pejabat inilah yang patut dapat diduga melakukan aksi pengrusakan terhadap situs berita WWW.KATAKAMI.COM saat memuat tulisan SUCIWATI berjudul MUNIR CAHAYA YANG PERNAH PADAM tgl 13-15 Januari 2009.

Oknum pejabat inilah yang patut dapat diduga mengirimkan anak buahnya untuk melakukan aksi teror fisik kepada kami, terutama upaya pembunuhan lewat cara meracuni pada makanan tertentu.

Oknum pejabat inilah yang patut dapat diduga mengirimkan anak buahnya untuk mengikuti Pemimpin Redaksi KATAKAMI.COM Mega Simarmata setiap hari, sampai ke rumah ibadah (gereja) untuk menteror.

Terutama karena patut dapat diduga oknum pejabat ini sangat malu saat skandal percintaannya terbongkar oleh KATAKAMI.COM. Kami toh tidak punya niatan khusus untuk mempermalukan atau menjatuhkan pihak lain sebab yang menceritakan adalah si perempuan sendiri.

Perempuan yang karena sudah sangat lama dikenal oleh oknum pejabat intelijen ini sehingga timbullah benih-benih cinta. Berhubung oknum pejabat intelijen ini pernah bertugas di DI Yogyakarta, maka kami teringat sebuah pepatah JAWA yang bunyinya adalah “WITING TRISNO JALARAN SUKO KULINO”. Artinya, cinta itu tumbuh karena terbiasa dan sudah lama berteman.

Wah wah wah.

Sebenarnya yang harus diingat adalah skandal percintaan itu sendiri, apakah dilakukan oleh seorang pria beristeri dan notabene pejabat pula.

Dan kalau memang mau cuek bebek berselingkuh, ya jangan main teror dong kalau seandaikan skandal percintaan itu bocor ke telinga wartawan lain. Kami tak bermaksud untuk mempermalukan atau menjatuhkan pihak manapun. Itu sebabnya, nama dari oknum pejabat ini dan pujaan hatinya yang bekerja di sebuah harian terkemuka dengan seragam BIRU ini, tidak dicantumkan disini.

Rahasia toh ?

Ssstt, jangan paksa kami untuk membocorkan identitas oknum pejabat ini. Sebab, kami takut situs ini dirusak lagi dan … takut diracun. Apalagi kalau pakai ARSENIK !

 

(MS)

 

About these ads

Filed under: Uncategorized

Maret 2009
S S R K J S M
     
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Arsip

Kategori

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: