KATAKAMI REDAKSI

Ikon

JURNALISME YANG LAYAK DIPERCAYA

Apa Maksud SBY Bicara Netralitas Pemilu 2009, Jika 2 Anggota Tim Suksesnya Tahun 2004 Saja Tetap Bercokol Di Kabinet ?

Sjamsir Siregar, Anggota Tim Sukses SBY Tahun 2004 Lalu

Sjamsir Siregar, Anggota Tim Sukses SBY Tahun 2004 Lalu

Jakarta (KATAKAMI) Mari kita bicara tentang pentingnya NETRALITAS dalam Pemilu 2009 ini. Baik TNI dan POLRI, masing-masing sudah diperingatkan untuk tidak bermain-main dengan NETRALITAS dalam Pemilihan Umum 2009.

Sehingga, para pimpinan dari kedua INSTANSI ini, yaitu Panglima TNI Jenderal Joko Santoso dan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri sudah berkali-kali menyatakan bahwa TNI dan POLRI pasti akan sangat NETRAL.

Yang menjadi pertanyaan sekarang, apakah hanya TNI – POLRI yang patut dikuatirkan tidak netral dalam Pemilu 2009 ? Bagaimana dengan Kantor Kementerian Polhukkam dan Badan Intelijen Negara ? Sesungguhnya, kedua INSTANSI inilah yang patut dapat diduga tidak netral dalam Pemilu 2009.

Mengapa ? Ya, sebab Menkopolhukkam Widodo Adi Sucipto dan Sjamsir Siregar adalah TIM INTI dari TIM SUKSES SBY dalam menghadapi Pemilu Pemilihan Presiden (Pilpres ) Tahun 2004.

Bayangkan, keduanya kini menduduki posisi yang sangat strategis. Terutama Sjamsir, ia memegang lembaga yang dapat mengakses semua rahasia dari PARTAI POLITIK dan seluruh kandidat CALON PRESIDEN serta CALON WAKIL PRESIDEN.

Apakah bisa dibiarkan dan didiamkan saja, jika seorang tangan kanan yang nyata-nyata terlibat dalam TIM SUKSES SBY pada tahun 2004 lalu, memegang dan mengendalikan LEMBAGA INTELIJEN yang berisi seluruh rahasia negara ?

Ini sebuah ironi yang sangat mengkuatirkan semua pihak.

Ini sebuah ironi yang patut dapat diduga akan mencederai proses demokratisasi yang bergulir di Indonesia.

Ini sebuah ironi yang patut dapat diduga akan mencederai proses Pemilu yang memerlukan NETRALITAS.

Tidak ada yang menuding bahwa Widodo dan Sjamsir tidak netral. Tetapi keduanya tidak bisa menampik, fakta sejarah bahwa mereka adalah TIM SUKSES yang memenagkan SBY untuk merebut pemerintahan secara konstitusional pada PEMILU PILPRES 2004.

Kalau keduanya tidak menjabat apapun juga menjelang Pemilu Pilpres 2009 ini, tidak menjadi masalah. Tetapi saat ini, keduanya duduk di posisi yang sangat startegis dan begitu “menentukan” arah perjalanan bangsa.

Tidak ada kata lain, selain menyarankan kepada Presiden SBY untuk mempertimbangkan pergeseran bagi kedua pejabat ini demi tegaknya NETRALITAS dalam Pemilu 2009.

Terutama SJAMSIR SIREGAR, BIN tidak boleh dipegang oleh figur-figur yang memiliki REKAM JEJAK berbau POLITIK.

BIN, tidak boleh dikendalikan oleh siapapun juga yang pernah memberikan andil pada USER (pengguna jasa BIN) dalam politik praktis.

BIN, saat ini berisi oleh 2 kubu yang dominan yaitu Sjamsir Siregar yang pernah menjadi tim inti dari TIM SUKSES SBY pada Pilpres 2004, dan sisanya adalah “kekuatan lama” pada pemerintahan Megawati Soekarnoputri.

Komisi I DPR, Komisi III DPR, seluruh Partai Politik dan seluruh kandidat CAPRES – CAWAPRES 2009, coba perhatikan dan diamati secara sungguh-sungguh.

Wajarkah jika pejabat-pejabat yang bercokol dalam BADAN INTELIJEN NEGARA, adalah pejabat-pejabat yang sudah menjabat sejak era PEMERINTAHAN MEGAWATI SOEKARNOPUTRI ?

Mengapa tidak ada regenerasi ?

Mengapa tidak pernah ada pergantian ?

Lama sekali dibiarkan beberapa pejabat di lapisan DEPUTI, tetap bertahan pada jabatan itu sejak PEMERINTAHAN MEGAWATI ?

Luar biasa, ini harus cepat disadari dan dipahami oleh semua pihak.

Adalah sesuatu yang sangat memprihatinkan, jika Indonesia seperti kehilangan rasionalitas dan logika berpikir secara sehat. Ada pejabat-pejabat yang bisa dengan sangat nyaman, menduduki jabatannya untuk DUA PERIODE PEMERINTAHAN !

Dalam proses hukum kasus pembunuhan Munir, yang dikorbankan seakan-akan hanya Muchdi PR. Dari jajaran Deputi, sekali lagi, hanya Muchdi PR yang diberhentikan oleh Sjamsir Siregar.

Coba kita simak dan baca baik-baik tulisan SUCIWATI yang berjudul, MUNIR CAHAYA YANG TAK PERNAH PADAM.

Benarkah, hanya Muchdri Pr yang patut dapat diduga terlibat ?

Mau ditaruh dimana muka kita sebagai bangsa yang bermartabat dan berdaulat, jika dalam proses penegakan hukum, tidak ada itikat baik untuk menyelesaikan sebuah kasus yang disorot oleh dunia internasional !

NETRALITAS dalam Pemilu 2009, adalah sesuatu yang sangat mutlak ?

Apa maksud dari Presiden SBY, jika sampai saat ini mempertahankan 2 anggota inti yang menjadi tangan kanannya dalam Pilpres 2004, bisa tetap bertahan di posisi-posisi strategis menjelang Pilpres 2009 ?

Widodo AS dan Sjamsir Siregar, sudah tidak tepat berada di dalam kabinet Indonesia Bersatu, jika SBY memang komit terhadap NETRALITAS PEMILU 2009.

NETRALITAS, janganlah hanya basa-basi.

NETRALITAS, adalah kata kunci yang mutlak dibuktikan kepada seluruh rakyat Indonesia.

Rakyat perlu bukti, bukan janji.

(MS)

 

Filed under: Uncategorized, ,

Maret 2009
S S R K J S M
     
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Arsip

Kategori

Kategori

%d blogger menyukai ini: