KATAKAMI REDAKSI

Ikon

JURNALISME YANG LAYAK DIPERCAYA

Cucu Panglima Besar Jenderal Soedirman Dipanggil BHD Karena “Nyapres”, Harusnya Bugiakso Bertanya Pada BHD, Maksud Elo ?

 

Panglima Besar Soedirman Yang Sangat Mengagumkan

Panglima Besar Soedirman Yang Sangat Mengagumkan

 

JAKARTA (KATAKAMI)  Tanpa ada yang tahu, diam-diam pekan lalu Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri memanggil BUGIAKSO, cucu mantu dari Panglima Besar Jenderal Sudirman. Didampingi mantan Kapolri Roesmanhadi selaku Ketua Umum Keluarga Besar Purnawirawan Polri, BHD memanggil BUGIAKSO ke Mabes Polri.

Ada apakah gerangan ?

Sebagai informasi saja, BUGIAKSO adalah cucu mantu dari Jenderal Besar Soedirman. Sebagai seorang pengusaha, BUGIAKSO bermukim di DI Yogyakarta. Dan ia tercatat sebagai Ketua Umum Keluarga Besar Putra Putri POLRI.

Jadi ceritanya, gara-gara ada 7 partai politik sepakat mengusung BUGIAKSO sebagai Calon Presiden (CAPRES) 2009 maka Kapolri BHD memanggil cucu Panglima Besar Soedirman itu ke Jakarta untuk “diceramahi” soal Netralitas POLRI.

*****

Lambaian Bugiakso

Lambaian Bugiakso

 

 

Pertemuan itu terjadi atas inisiatif BHD. Dengan gaya yang dibuat berwibawa, BHD menceramahi BUGIAKSO tentang penting Netralitas POLRI. Sehingga, POLRI tidak ingin Ormas-Ormas di bawah POLRI, terlibat dalam POLITIK PRAKTIS. Intinya begitu “ceramah politik” dari BHD.

BUGIAKSO menyimak dan mendengarkan ceramah politik Tri Brata 1 itu dengan seksama.

Sikap Njawani dan keteguhan hati, barangkali yang dapat diteladani dari Sang Panglima Besar Sudirman.

BUGIAKSO tak membantah atau berusaha mencari pembenaran diri saat diberondong oleh petuah-petuah yang tiba-tiba datang dari orang nomor satu di lingkungan POLRI.

*****

 

Lewat wawancara eksklusif dengan KATAKAMI.COM, BUGIAKSO menceritakan isi pertemuan dirinya dengan Jenderal BHD yang didampingi Mantan Kapolri Roesmanhadi — yang sempat diramaikan di media massa dalam kasus kecelakaan MOGE alias motor gede Politisi Senior Sophan Sophiaan tahun 2008 lalu –.

“Ya betul Mbak, saya memang dipanggil oleh Pak Kapolri. Disitu ada Pak Roesmahadi juga. Saya tidak ingin berburuk sangka kepada siapapun, biar sajalah. Pak Kapolri ingin POLRI menjaga Netralitas. Begitu yang bolak-balik ditegaskan.” kata BUGIAKSO kepada KATAKAMI.COM.

Ketika ditanya, apakah secara verbal memang ada larangan dari Kapolri BHD agar BUGIAKSO mengurungkan niatnya maju sebagai CAPRES ?

“Wah, seingat saya tidak ada larangan yang diucapkan oleh Pak Kapolri terkait pencalonan saya. Ini kan hak politik saya. Dan saya tidak membawa-bawa POLRI. Saat ini sudah ada 7 partai politik yang meminta dan sudah resmi mencalonkan saya sebagai CAPRES. Jadi biar saja, Pak Kapolri mau bicara demikian. Saya tidak ingin mempermasalahkan. Dari saya pribadi, tetap akan maju kok Mbak sebagai CAPRES,” lanjut BUGIAKSO.

KATAKAMI menanyakan, kalau memang tidak ada larangan resmi saat BUGIAKSO dipanggil, mengapa tidak ditanyakan apa maksud Kapolri melakukan hal demikian di era reformasi seperti ini ?

(BUGIAKSO tertawa).

“Terus terang, saya tidak mengerti maksudnya memanggil. Tapi saya mengerti apa yang beliau sampaikan kepada saya kok. Tidak apa-apa,” ungkap BUGIAKSO.

*****

Bugiakso lahir pada tanggal 11 Mei 1963 bertepatan dengan Sabtu Pahing menurut hitungan Jawa. Ia menghabiskan masa kecilnya di Magetan. Di dusun di sebelah timur kaki Gunung Lawu itulah dia tumbuh dan berkembang. Meskipun dia anak seorang polisi namun Bugiakso kecil lebih senang bermain dengan anak-anak desa, membaur bersama-sama mengembala kambing.

Bugiakso yang juga akrab disapa Bugi ini menjalani pendidikan dasarnya di SDN Garuda Magetan dan lulus tahun 1975.

Setelah menamatkan pendidikan SMA, Bugi melanjutkan belajarnya di Kota Yogyakarta. Dia melanjutnya kuliah di dua perguruan tinggi sekaligus, di dua fakultas yang mengajarkan ilmu yang sangat disukai waktu kecil yakni pertanian dan peternakan.

Apa yang dia saksikan dan alami semasa di Magetan mendorongnya untuk kuliah di Fakultas Pertanian UPN VETERAN YOGYAKARTA lulus pada tahun 1987 dan Fakultas Kedokteran Hewan UNIVERSITAS GAJAH MADA pada tahun 1989.

Seusai kuliah, dari tahun 1989, Bugi bekerja sebagai Tenaga Penyuluhan Pertanian Spesialis di Kabupaten Bantul.

Kiprah Bugiakso di tingkat nasional semakin luas dengan terpilihnya dia sebagai Ketua Umum Keluarga Besar Putra – Putri Polri/ KBPPP tahun periode 2006 – 2010. Amanah sebagai pimpinan organisasi kepemudaan yang hampir memiliki kepengurusan di tingkat kecamatan di seluruh Indonesia semakin memberinya kesempatan untuk mewujudkan apa yang terus mengelisahkannya dari semasa kecil, masyarakat yang adil dan makmur.

Semangat mewujudkan cita-cita itu semakin berkobar saat Bugi yang juga keluarga Panglima Besar Jenderal Soedirman ini ditunjuk oleh Muhammad Teguh Soedirman mewakili keluarga besar Panglima Besar Jenderal Besar untuk mengibarkan semangat perjuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman sebagai salah satu solusi atas berbagai permasalahan bangsa saat ini.

Sebagai sarana perjuangan kemudian didirikanlah Jenderal Soedirman Center oleh keluarga besar Jenderal Soedirman. Sebuah organisasi yang diharapkan menjadi inspirasi bangsa menuju Indonesia yang makmur, dimana Bugiakso sebagai Ketua Umum.

Bugiakso adalah cucu mantu Jenderal Soedirman, menikahi cucu Jenderal Soedirman, Nining Tejaningsih dan dikaruniai dua putri dan satu putra, Tisa Bugianggri, Sasi Buginindya, dan Reshi Bugipaksi. Bugi dan keluarga tinggal di dusun Donolayan, sebuah desa di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Kehidupan sehari-hari keluarga Bugiakso tidak jauh berbeda dengan kehidupan masyarakat desa pada umumnya. Anak lelaki bungsunya, Reshi juga bersekolah di sebuah taman kanak-kanak di desa yang tidak terlalu jauh dengan rumah.

*****

Pencalonan Bugiakso secara resmi dideklarasikan di Monumen Jogyakarta tanggal 1 Februari 2009. Luar biasa, deklarasi tersebut dihadiri oleh 50 ribu lebih massa dari kaum nelayan, petani dan buruh yang berdatangan dari pulau Jawa dan Bali.

Massa tersebut jauh lebih banyak jika dibandingkan saat Pisowanan Ageng Sutan HB X Oktober tahun lalu.

Bahkan, mereka sudah menginap semenjak tadi malam di kawasan Monjali. Tampak ratusan unit bis pembawa peserta dari berbagai daerah Jawa di parkir sebelah timur Monjali. Dalam deklarasi capres Bugiakso yang bertajuk Rapat Umum Masyarakat Indonesia (Rumi), cucu Panglima Besar Jenderal Sudirman itu mendeklarasikan didasarkan atas keprihatinannya semenjak reformasi digulirkan, kehidupan masyarakat miskin belum membaik dan bahkan kesejahteraan rakyat dinilainya sangat menurun.

Ketika itu, dalam pidato politiknya Bugiakso menyatakan kesiapannya menjadi capres pada pemilu 2009 dan bersaing dengan para kandidat lainya.

Program perjuangan yang menjadi andalan Bugiakaso adalah “Semesta” (Sebelas Aksi Agar Rakyat Tidak Menderita) yakni tanah untuk rakyat, Indonesia lumbung pangan dunia, perlindungan hak rakyat pekerja, keadilan harga, hankam yang kuat untuk keselamatan rakyat, Indonesia sumber kemajuan peradaban dunia, perlindungan hak-hak rakyat miskin, penguatan ekonomi rakyat, pembaruan hukum, persatuan negara khatuliswa dan prakarsa Indonesia untuk perdamaian dunia.


“Itulah program yang saya tawarkan bagi bangsa ini,” ungkap Bugiakso, di Jogyakarta siang ini (Minggu, 1/2).

Deklrasi tersebut dihadiri oleh tujuh partai pendukung, yakni Partai Buruh, Partai Kedaulatan, Partai Merdeka, Partai Indonesia Sejahtera (PIS), Partai Persatuan Nahdatul Ummah Indonesia (PPNUI), Partai Sarikat Indonesia, Partai Pelopor.

*****

 

Kapolri BHD

Kapolri BHD

 

Kembali pada masalah pemanggilan BHD kepada Bugiakso, jujur saja pemanggilan itu tidak pada tempatnya dan bias.

Mengapa disebut tidak pada tempatnya ? Ya tentu saja, pemanggilan itu memang layak disebut tidak pada tempatnya. Ada urusannya BHD memanggil dan menceramahi Bugiakso seperti itu ?

Lagipula, tidak ada perintah yang jelas dari BHD !

Jika maksud BHD memanggil Bugiakso untuk melarang cucu Panglima Besar Sudirman ini agar membatalkan keinginannya maju sebagai CAPRES, mengapa tidak diucapkan ?

Ucapkan dong, katakan saja sejujurnya, “Dik Bugi, begini ya, saya tidak bisa melarang Dik Bugi untuk maju sebagai capres. Tetapi tolong mengerti, POLRI ini wajib NETRAL. Tolong Dik Bugi melepas jabatan sebagai Ketua Umum Keluarga Besar Putra Putri POLRI.”

Omongan seperti itu salah satu alternatif yang bisa disampaikan secara kekeluargaan kepada BUGIAKSO.

Bugi datang dari kalangan yang terpelajar.

Sehingga bicara dengan orang cerdas, haruslah dicarikan kerangka dan dialog yang sama cerdasnya.

Bukan dengan cara memanggil dan disuruh berhadapan dengan 2 orang Jenderal bintang 4. Diceramahi tentang NETRALITAS dan ketika sudah puas berceramah, disuruh pulang.

Itu sebabnya ada kelakar yang datang setelah BHD berceramah tentang NETRALITAS, “Maksud Elo “

Tidak jelas apa maksud dan tujuan dari pemanggilan itu ? Ini kehidupan yang nyata. Segala sesuatu harus jelas dan tegas. Hitam adalah hitam. Putih dalah putih. Tidak bisa gerak langkah manusia berada di wilayah abu-abu.

Katakan boleh, jika memang boleh. Katakan tidak boleh, jika memang ingin mengatakan tidak boleh !

*****

BHD tampaknya harus lebih banyak lagi memahami dunia perpolitikan. Terutama lebih mendalami masalah perundang-undangan. Tidak ada UU yang melarang BUGIAKSO untuk maju sebagai CAPRES, hanya karena ia Ketua Umum Keluarga Besar Putra Putri POLRI !

Ia cucu mantu dari Jenderal Sudirman.

Ia tidak memegang jabatan resmi dalam struktur POLRI.

Bagaimana sih, paham atau tidak permasalahan dan situasi yang ada ?

 

11-pdip2

Lalu bagaimana dengan kakak kandung Kapolri BHD yaitu Mayjen TNI (Purn) Tritamtomo yang menjadi CALEG dari PDI Perjuangan ? Saat Pilkada di Sumatera Utara tahun 2008 lalu, Tritamtomo maju sebagai cagub dengan berpasangan dengan Benny Pasaribu. Mereka diusung oleh PDI Perjuangan.

Ada politisi yang adik kandungnya adalah KAPOLRI, ini yang patut dapat diduga bisa terjadi “conflict of interest” !

Bukan Bugiakso !

Apakah Presiden SBY tidak menyadari, “warna” dari kakak kandung Kapolri BHD ?

Rival terberat SBY dalam Pilpres 2009 mendatang, diperkirakan adalah Megawati Soekarnoputri yang adalah Ketua Umum dari PDI Perjuangan — partai politik yang dipilih oleh kakak kandung KAPOLRI BHD –.

Sekarang jika Presiden SBY memiliki kakak kandung yang akan maju ke pentas politik, apakah secara moral Presiden akan cuek dan tak bergeming sama sekali ? Pertanyaannya sangat sederhana, mungkinkah akan mampu menarik garis tegas secara moral jika ada saudara sekandung terlibat politik praktis ?

*****

Singkat kata, yang perlu disampaikan kepada Kapolri BHD adalah agar lebih baik ia konsentrasi saja mengurusi tugas-tugas utama sebagai Kapolri agar jangan melenceng kemana-mana.

Ketika ada seorang anak bangsa, yang dipuja dan dipuji oleh sebagian rakyat karena faktor kepemimpinan dan kerendahan-hatinya, apakah itu yang mau dicegah dan diberangus oleh Kapolri BHD ?

Lalu, jika Mantan Kapolri Jenderal Sutanto dipinang oleh partai politik untuk menjadi CAPRES atau CAWAPRES, apakah berani BHD memanggil Sutanto dan diceramahi di ruang kerja yang pernah dihuni oleh Sutanto selama 38 bulan ?

Ya bisa saja BHD harus memanggil Sutanto, sebab daya pesona politik Sutanto juga tak bisa dianggap remeh oleh kandidat CAPRES manapun. Sehingga kalau ia maju maka bisa jadi akan membuat Presiden SBY kuatir.

Pemanggilan BHD terhadap Bugiakso sangat memprihatinkan. Selain karena pemanggilan itu tidak pada tempatnya, BHD juga tidak tegas. Kalau mau melarang, katakan saja bahwa POLRI melarang BUGIAKSO secara tegas. Lalu kalau misalnya BUGIAKSO tetap akan maju, perintahkan agar jabatannya sebagai Ketua Umum Keluarga Besar Putra Putri POLRI dilepas oleh Bugi.

Tapi dari mulut BHD, samasekali tidak ada arahan atau perintah yang jelas. Sehingga wajar kalau muncur kelakar, “maksud elo ?”.

Mari, menjadi aparatur penyelenggara negara yang sangat mumpuni, membumi dan mempunyai kekuatan hati yang berpijak pada kebenaran serta keadilan. BUGIAKSO, berhak maju menjadi salah seorang kandidat CAPRES.

Yang menentukan apakah BUGIAKSO menang atau kalah, adalah rakyat Indonesia.

(MS)

 

Filed under: Uncategorized, , ,

Maret 2009
S S R K J S M
     
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Arsip

Kategori

Kategori

%d blogger menyukai ini: